Lawang Sewu

Terletak di kota Semarang provinsi Jawa Tengah, gedung yang salam bahasa Indonesia berarti seribu pintu ini dahulu merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) atau perusahaan kereta api di Hindia Belanda. Pembangunan Lawang Sewu memakan waktu selama tiga tahun dimana gedung ini mulai dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907.

Nama Lawang Sewu sendiri berawal dari sebutan masyarakat sekitar berkat arsitektur gedung ini yang memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar meskipun tidak sampai ribuan. Sebagai gambaran, lantai dua di bagian belakang gedung memiliki sekitar 20 ruangan berjajar yang masing-masing memiliki sebanyak 6. Dengan ratusan pintu ditambah jendela tinggi yang meyerupai pintu inilah nampak ada seribu lawang (pintu) di gedung ini.

Gedung yang terletak di bundaran Tugu Muda yang dulu disebut Wilhelminaplein ini nampak artistik dan anggun, sama dengan bangunan peninggalan Belanda lainnya. Selain itu, terdapat juga bungker atau ruang bawah tanah yang semula digunakan tempat persediaan air bersih pada Zaman Belanda. Pada bagian lainnya terdapat ruangan pengap dengan lampu temaram yang sering disebut penjara jongkok karena ukurannya hanya 1,5 x 1,5 meter dengan sekitar 60 cm, digunakan untuk memenjarakan tahanan yang jongkok berdesakan lalu tempat tersebut diisi air seleher hingga tahanan tersebut meninggal dunia ditempat.

Namun, kurangnya perhatian pemerintah setempat dalam memelihara gedung ini menjadikan Lawang Sewu secara perlahan rusak dimakan waktu. Dengan cat tembok bangunan yang memudar, beberapa bagian gedung rusak, ditambah dengan tidak adanya penerangan di malam hari menjadikan gedung ini nampak seram.

Dengan keadaan gedung yang seperti itu, banyak cerita mistis berkembang di kalangan masyarakat sekitar yang akhirnya menjadi daya tarik Lawang Sewu dan dijadikan kegiatan wisata, misalnya wisata malam disini. Peserta tour mistis akan diajak mengelilingi gedung tua ini pada malam hari hingga diajak mengunjungi penjara bawah tanah yang konon adalah salah satu tempat paling angker dan seram.

Menyadari image Lawang Sewu yang lebih dikenal angker, pihak PT KAI merenovasi bangunan ini sejak 2011. Proses renovasi ini cukup memakan waktu lama namun perubahannya cukup terasa mulai dari cat dinding hingga atap Lawang Sewu diganti total tanpa menghilangkan keaslian dan ciri khas bangunan ini. Area gedung yang luas ini pun telah ditata dengan fungsi masing-masing mulai dari tempat display batik hingga tempat wisata kuliner.