MUSEUM KONFERENSI ASIA AFRIKA BANDUNG

Sejarah Museum Konferensi Asia Afrika

Museum ini memiliki sejarah Perjalanan dunia di tengah kecamuk perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet.Museum Konferensi Asia Afrika seolah menjadi saksi hidup bagaimana Indonesia pada zamannya memegang peranan yang sangat penting didalam politik Internasional pada waktu itu dan kota Bandung sebagai ibu kota dan sumber inspirasi bagi bangsa-bangsa Asia Afrika waktu itu.

Salah satu hasil sejarah yang tercipta dari Konferensi Internaional terbesar di Bandung waktu itu dengan lahirnya Dasa Sila Bandung yang sangat terkenal dan Fenomenal .Dasa Sila Bandung itu menjadi pedoman serta semangat bagi bangsa-bangsa di benua asia dan afrika yang waktu itu masih banyak terjajah.

Prestasi besar yang dicapai oleh Konferensi Asia Afrika di tahun 1955 yang mana telah berhasil menentukan sejarah perjalanan Dunia pada waktu itu. Mulai dari peristiwa dan masalah yang melatarbelakangi disenggaranya KAA serta pengaruhnya kesuksesannya. Maka diabadikan dengan membangun sebuah museum di tempat Konferensi itu pernah berlangsung yaitu di Gedung Merdeka kota bandung.

Prof.Dr.Mochtar Kusumaatmadja adalah yang menggegas pertama kali dibangunnya Museum Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka ini.

Pembangunan Museum Konferensi Asia Afrika yang pengerjaan proyeknya dilakukan oleh PT.Decenta Bandung.pertama kali diresmikan berdirinya dilakukan oleh almarhum Presiden Soeharto pada 24 April 1980 skaligus waktu itu adalah sebagai puncak peringatan ke-25 tahun Konferensi Asia Afrika di kota Bandung,skaligus menjadikan lokasi ini sebagai Tempat wisata di Bandung.

Museum Konferensi Asia Afrika yang merupakan bagian Gedung Merdeka adalah salah satu bangunan bersejarah oleh 2 orang Belanda yaitu Van Galenlast dan C.O Wolf Shoomaker yang menjadi guru besar Technische Hogeschool/sekolah Teknik Tinggi yang dikenal ITB Sekarang.

Tempat Wisata Sejarah Di Bandung ini memiliki konsep Art Deco dengan bahan lantai dasar dari marmer yang sengaja didatangkan langsung dari Italia yang terkenal.

Museum Konferensi Asia Afrika sendiri pada masa penjajahan Belanda dikenal dengan nama Sociteit Concordia. Kalangan orang-orang Belanda yang berdomisili di Bandung itu sebagai tempat rekreasi sebagai tempat pertunjukan seni budaya serta tempat makan

Perpustakaan Modern di Museum Konferensi Asia Afrika di bangun sebgai bagian perayaan KAA ke 50 pada tahun 2005.perpustakaan ini mengoleksi buku-buku sejarah,politik,social dan budaya Negara-negara Asia Afrika. Dokumen-dokumen mengenai Konferensi Asia Afrika serta majalah surat kabar,dan Braille Corner untuk para Tunanetra.