Heritage Bandung – Gedung Sate

Berbicara mengenai gedung di Bandung, anda tentu saja tidak akan asing dengan Gedung Sate yang merupakan landmark kota ini. Dengan ciri khas berupa ornamen tusuk sate pada menara sentralnya, Gedung Sate telah lama menjadi penanda tanah Kota Bandung yang tak hanya dikenal masyarakat Jawa Barat, namun juga seluruh Indonesia. Tak heran jika model bangunan ini banyak dijadikan pertanda berbagai bangunan dan tanda kota di Jawa Barat. Misalnya bentuk bagian depan Stasiun Kereta Api di Tasikmalaya.

Di bangun tahun 1920, gedung dengan dominan warna putih ini masih kokoh. Hasil perencanaan tim yang dipimpin oleh Ir. J. Gerber, arsitek muda kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delft Nederland, ini melibatkan 2000 pekerja diantaranya 150 orang pemahat juga ahli bongpay pengukir batu nisan dan pengukir kayu berkebangsaan Tiongkok. Warga lokal saat itu juga turut terlibat seperti warga Kampung Sekeloa, Kampung Coblong Dago, Kampung Gandok dan Kampung Cibarengkok yang membantu sebagai tukang batu, kuli aduk juga peladen.

Pembangunan Gedung Sate memakan kurang lebih 4 tahun penggarapan dan pembangunan induk bangunan utama yang berhasil diselesaikan pada bulan September 1924. Bangunan utama tersebut termasuk kantor pusat PTT (Pos, telepon dan Telegraf) dan perpustakaan.

Banyak kalangan arsitek dan ahli bangunan menyatakan Gedung Sate adalah bangunan monumental yang anggun mempesona dengan gaya arsitektur Indo-Eropa sehingga di dalamnya pun banyak ornamen bangunan khas nusantara seperti keanggunan Candi Borobudur yang ikut mewarnai. Selain itu dapat ditemukan juga arsitektur khas Bali, Thailand , Spanyol juga Italia. Dengan arsitektur mendetail dan anggun, biaya yang dikeluarkan untuk membangun gedung ini adalah enam juta gulden yang dilambangkan dengan banyaknya ornamen sate yang terdapat dipuncak.

Semula, peruntukan Gedung Sate adalah sebagai kantor pusat Departemen Lalulintas dan Pekerjaan Umum. Saat perang mempertahankan kemerdekaan, Gedung Sate sempat akan diduduki oleh sekutu namun gagal berkat jasa tujuh pemuda yang untuk mengenang jasanya dibuatkan tugu batu. Semula letak tugu ini berada di halaman Gedung Sate. Pada tahun 1970, atas perintah Menteri Pekerjaan Umum, tugu tersebut dipindahkan ke halaman depan Gedung Sate.

Hingga pada pada tahun 1980, Gedung Sate dialih fungsikan sebagai Kantor Gubernur dan kegiatan pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Ruang kerja Gubernur dan wakilnya terdapat dilantai 2. Dibagian atas terdapat mini museum. Ruang pertemuan untuk menjamu tamu pemerintahan diletakkan di lantai paling atas dengan suguhan pemandangan Kota Bandung.

Disekitar Gedung Sate anda akan menemukan banyak taman. Taman-taman yang dibuat disekitar gedung ini menambah keindahannya sehingga tak jarang masyarakat berkunjung dan menghabiskan waktu disekitaran Gedung Sate. Gedung Sate juga sering menjadi lokasi kegiatan pemerintahan, lokasi shooting klip musik artis lokal juga nasional, hingga foto prewedding. Dengan banyaknya kegiatan yang dapat dilakukan disini, Gedung Sate sangat cocok untuk dijadikan tujuan berwisata anda.